Sabtu, 16 Oktober 2010

Website Rasmi Perkhidmatan Penyewaan Lori Bumiputera Usamayu

Assalamualaikum

Syarikat Usamayu mengumumkan website terbaru yang lebih mesra pengguna untuk tempahan perkhidmatan sewalori. Sila layari link dibawah gambar.

Jumaat, 14 Mei 2010

Dakwah Tanpa Kekerasan II



Masyarakat laksana air yang ada dalam gelas. Ketika gelas berisi air kotor, maka agar kita dapat menikmati air bersih, mestilah airnya diubah; bukan dengan memecahkan gelasnya, melainkan dengan mengganti airnya. Buang air yang kotor, lalu diganti dengan air yang bersih. Begitu juga ketika melakukan perubahan masyarakat.

Mengubah masyarakat bukanlah menghancurkan masyarakat, melainkan mengganti sistem kehidupan yang ada di tengah-tengah masyarakat. Pada zaman Nabi saw., rumah, pasar, maupun kebun pada masa Jahiliah sama dengan pada saat Islam diterapkan. Bahkan, orangnya pun tidak berbeza. Misalnya, Omar pada masa Jahiliah sama dengan Omar pada masa Islam, Abu Sufyan pada masa Jahiliah sama dengan dan tetaplah dirinya setelah memluk Islam. Yang berbeza hanyalah keyakinan dan tolok ukur kehidupannya. Berbagai suku di Jazirah Arab pada masa Islam sama dengan suku-suku pada waktu Islam masih lemah.

Bezanya, aturan yang diberlakukan pada berbagai suku dan bangsa tersebut pada masa Jahiliah adalah aturan buatan logika dan nafsu manusia, sedangkan pada saat Islam kuat mereka dihukumi oleh aturan Islam. Karena itu, mengubah masyarakat berarti mengubah isinya, iaini mengubah kepribadian anggota masyarakat, pemikiran masyarakat (baik terkait dengan akidah maupun syariat), perasaan masyarakat, dan sistem (nizhâm) yang mengatur berbagai interaksi sosial, politik, ekonomi, dan budaya masyarakat.

Pada saat perubahan masyarakat dimaknai sebagai perubahan seperti itu, maka yang harus diubah adalah pemikiran, perasaan, dan sistem masyarakat. Dulu, Nabi saw. dan para sahabat melakukan hal ini. Misalnya, masyarakat Arab yang tadinya meyakini Tuhan itu banyak diubah menjadi meyakini hanya satu Tuhan (tauhid); yang tadinya merasa bahagia ketika berhasil membunuh bayi perempuan diubah menjadi merasa berdosa ketika melakukan perbuatan tersebut; yang tadinya memaklumi adat mengurangi timbangan saat berjual-beli diubah menjadi meninggalkannya; ikatan kekabilahan kesukuann (ashobiyah) yang selama ini menjadi pengikat masyarakat diubah menjadi ikatan ideologi Islam; berbagai hukum buatan manusia yang diberlakukan di tengah-tengah mereka diganti dengan hukum Allah Swt.

Setelah semua ini berhasil, maka sistem lama dikalahkan oleh sistem yang baru. Jadilah sistem kehidupan Jahiliah berganti dengan sistem kehidupan Islam. Pemerintahan Islam berhasil didirikan di Madinah al-Munawwarah. Hukum Islam juga diterapkan secara total disana.
Perubahan dari masyarakat Jahiliah menjadi masyarakat Islam seperti ini menescayakan terwujudnya dua hal, yaitu:
1. Pembentukan public opinion yang didasari oleh iman pada Islam serta kesedaran kolektif atas wajibnya terikat dengan Islam; menerapkannya, mewujudkan negara yang menerapkannya, serta melindungnya.
2. Pewujudan kekuatan atau kekuasaan yang mampu menerapkan Islam, melindungi penerapannya, dan memungkinkannya untuk menyebarkan dakwah ke seluruh dunia.

Kedua hal tersebut merupakan fokus perjuangan Islam; merupakan fokus pertarungan dengan kekufuran, sistemnya, dan para penjaganya; juga merupakan penciptaan kesedaran kolektif, penerapan Islam, serta persiapan untuk menegakkannya. Tidak mungkin melakukan perubahan masyarakat kapitalis menjadi masyarakat Islam atau perubahan masyarakat Jahiliah apapun menjadi masyarakat Islam sebelum terwujud pandangan tentang itu sekaligus kehendak memperjuangkan dan mendukungnya. Mewujudkan semua itu menescayakan adanya pergolakan pemikiran (ash-shirâ' al-fikrî) dan perjuangan politik (al-kifâh as-siyâsî), bukan perjuangan fizik dan kekerasan. Sebab, kekuatan fizik akan menghasilkan penghancuran masyarakat, sedangkan pergolakan pemikiran dan perjuangan politik akan melahirkan perubahan masyarakat yang diinginkan.

Dari sini dapat dipahami betapa hebat langkah Rasulullah saw. yang menjadikan perjuangan dakwahnya tanpa kekerasan sebagai metode untuk mengubah masyarakat. Perjuangan atas dasar pergolakan pemikiran dan perjuangan politik itulah yang merupakan hakikat dakwah tanpa kekerasan.

Saat Islam telah memiliki kekuatan politik berupa pemerintahan, maka persoalan perubahan masyarakat dari Jahiliah menjadi masyarakat Islam telah selesai. Sebab, kini sudah terbentuk masyarakat Islam. Fasa berikutnya adalah menerapkan Islam. Pada fasa ini berbagai hambatan fizik menghadang. Untuk menghancurkan hambatan fizik tersebut diperlukan kekuatan fizik yang seimbang bahkan lebih besar. Di situlah perjuangan fizik diperlukan melalui jihad; bukan untuk mengubah masyarakat dan bukan pula dalam konteks perubahan masyarakat, melainkan untuk menghilangkan dan merobohkan berbagai hambatan fizik yang berupaya menghalang-halangi tegaknya sistem Islam, bahkan menghancurkannya.

Dalam kerangka itulah dapat dipahami, mengapa setelah memiliki negara di Madinah, Rasulullah saw. bukan hanya melakukan pergolakan pemikiran dan perjuangan politik, melainkan juga diizinkan bahkan diperintahkan menggunakan senjata, iaini berjihad.

Perubahan Masyarakat Tak Boleh dengan Kekerasan

Rasulullah saw. diutus untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan Jahiliah menuju cahaya Islam. Ketika itu beliau hidup di tengah-tengah masyarakat yang diatur oleh hukum kufur dan keamanannya ada pada tangan kaum kafir. Beliau dan para sahabatnya hidup di darul kufur. Metode perjuangan Nabi saw. dalam mengubah masyarakat saat itu menjadi masyarakat Islam di Madinah amatlah jelas. Beliau melakukannya dengan pertarungan pemikiran dan perjuangan politik sekaligus mensterilkan perjuangannya itu dari kekerasan fizik dan angkat senjata.

Apakah karena tidak ada tantangan bersifat fizik? Bukan.
Bagaimanapun beratnya seksaan kaum kafir terhadap para sahabatnya, betapapun jumudnya masyarakat terhadap dakwah yang beliau serukan, dan walaupun kadangkala sebagian sahabat menghendaki penggunaan kekuatan fizik, tetap saja hingga menjelang tegaknya pemerintahan Islam di Madinah beliau tidak melakukan tindakan kekerasan/angkat senjata/menumbuk atau sebagainya. Hal itu bukan karena tidak bisa, tidak mampu, ataupun tidak mau, melainkan karena Allah Swt. melarangnya. Nabi saw. tidak melakukannya karena saat itu memang belum Allah Swt. perintahkan.

Khamis, 13 Mei 2010

Dakwah Tanpa Kekerasan


Tatkala pada Baiat Aqabah II sebagian sahabat menyampaikan keinginannya untuk menggunakan kekuatan fizik, beliau mengatakan, "Lam nu'mar bi dzâlik (Kita belum diperintahkan demikian)." (Lihat: Sîrah Ibnu Hisyâm). Pernyataan ini menegaskan sikap beliau bahawa mengubah masyarakat tidak islami menjadi masyarakat islami harus dilakukan tanpa menggunakan kekerasan fizik. Bahkan, Allah Swt. melarang kaum Muslim di Makkah melakukan kekerasan fizik dalam mengubah masyarakat. Allah Swt. berfirman:

أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ قِيلَ لَهُمۡ كُفُّوٓاْ أَيۡدِيَكُمۡ وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيۡہِمُ ٱلۡقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ۬ مِّنۡہُمۡ يَخۡشَوۡنَ ٱلنَّاسَ كَخَشۡيَةِ ٱللَّهِ أَوۡ أَشَدَّ خَشۡيَةً۬ۚ

Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, "Tahanlah tangan kalian (dari berperang), dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut lagi dari itu. (QS an-Nisa' [4]: 77).

Imam Jalalain dalam tafsirnya menafsirkan ayat ini, bahwa ketika di Makkah, ada sebagian sahabat yang menginginkan perang karena mendapatkan tentangan berbentuk fizikal, namun Allah Swt. melarangnya (yang ertinya): "Tahanlah tangan kalian (dari berperang), dirikanlah shlat, dan tunaikanlah zakat!" Barulah ketika di Madinah Allah Swt. memerintahkan mereka menggunakan senjata/melakukan jihad. Hal senada dijelaskan juga oleh Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya.
Berdasarkan hal di atas, jelaslah bahwa metode perubahan masyarakat dari masyarakat Jahiliah menjadi masyarakat Islam dilakukan melalui pertarungan pemikiran dan perjuangan politik tanpa perlu kekuatan senjata. Ancaman-ancaman fizikal yang diterima beliau dan para sahabatnya tidak dihadapi dengan kekuatan senjata. Metode perlindungan terhadap ancaman tersebut hanyalah dengan thalab an-nushrah (menggalang dukungan/pertolongan).

Thalab an-nushrah dilakukan oleh Nabi saw. dalam rangka dua hal, iaini:
1. Untuk melindungi dan menangkal seksaan supaya beliau dan para sahabat bisa menyampaikan risalah dan menyeru manusia ke jalan Allah dalam suasana tenang.
2. Agar mereka menyerahkan kekuatan dan kedudukan yang mereka miliki untuk mewujudkan tegaknya Daulah Islamiyah.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah di dalam bukunya, Zâd al-Ma'âd, menyatakan bahwa sesungguhnya Nabi saw. tinggal selama sepuluh tahun mendatangi orang-orang di tempat peristirahatan mereka pada berbagai musim. Beliau juga menemui mereka di Pasar Ukadz. Beliau menyatakan, "Siapa saja yang melindungi aku dan menolongku hingga aku menyampaikan risalah Rabb-ku maka baginya adalah surga."
Untuk tujuan kedua, beliau mendatangi Bakar bin Wail saat ia menunaikan haji, Amir bin Sha'sha'ah, Bani Syaiban, juga para pemimpin Madinah sehingga ada riwayat menyatakan lebih dari 40 kabilah yang dijumpai mereka.

Perbuatan dan nash-nash di atas menunjukkan cara beliau mengubah
masyarakat. Pada waktu kekuasaan ada di tangan orang kafir dan para pengemban dakwah dalam keadaan lemah, Rasulullah saw. tetap berpegang pada pergolakan pemikiran dan perjuangan politik. Perubahan darul kufur menjadi Darul Islam beliau lakukan tanpa kekerasan. Kekerasan yang menghadang dihadapi hanya dengan thalab an-nushrah.
Pada saat ini keadaan umat Islam sama dengan keadaan saat Nabi saw. di Makkah. Sekalipun individunya majoriti Muslim, tetapi masyarakatnya bukan masyarakat Islam. Negeri-negeri Muslim saat ini merupakan darul kufur sekalipun penduduknya Muslim. Sebab, aturan dan keamanannya bukanlah berasal dari Islam. Aturannya berasal dari Kapitalisme-sekular, dan keamanannya berada dalam genggaman negara besar, khususnya Amerika. Pemikiran, perasaan, dan aturannya pun tidak lahir dari akidah dan syariat Islam. Karena itu, perubahan masyarakat dewasa ini haruslah meneladani apa yang dicontohkan Rasulullah saw. ketika beliau berdakwah di Makkah, iaitu melalui pergolakan pemikiran dan perjuangan politik tanpa kekerasan senjata (kekuatan fizik). Menyimpang dari metode ini berarti menyimpang dari metode Rasulullah saw. dalam menegakkan Daulah Islam, yang hanya akan bermuara pada kegagalan.

Kesan Kekerasan

Penggunaan kekerasan dalam menghadapi dan mengalahkan kekuatan bathil serta dalam mengubah masyarakat tidak islami menjadi masyarakat islami mengandung kesan yang tidak kecil. wang, senjata, pasukan, peralatan, dan berbagai lembaga-lembaga kemiliteran maaupun lainnya ada di tangan para penguasa yang tidak menghendaki Islam. Apa yang bisa dibangun sangatlah kecil dibandingkan dengan apa yang dimiliki oleh para penguasa dan negara yang menentang Islam.

Dakwah dengan kekerasan juga akan menimbulkan kesan negatif lainnya, iaini munculnya pandnagan busuk dan buruk yang sama sekali tidak pantas terhadap pendakwah, kerana apa yang ingin dibina adalah islam, dan sebuah pemerintahan yang islami, yang didalamnya terkait dengan hokum syara’ yang adil. Siapapun tidak ada yang dapat menghalangi sistem/rezim kufur mengebom berbagai kota dan menghancurkan penduduknya jika sistem/rezim itu merasakan bahaya Islam. Semua itu dilakukan dengan dorongan dan pengerahan seluruh sistem negara. Apa yang terjadi di Afganistan, misalnya, merupakan bukti kongkrit. Gagalnya sebuah perjuangan apabila tercantum dengan tindakan fizikal.

Penggunaan kekerasan fizikal akan mengalihkan konfrontasi pemikiran dan politik menjadi konfrontasi fizikal. Padahal hanya dengan fokus pada pertarunagan pemikiran dan politiklah akan tersingkap kesesatan negara kufur, para pembesarnya, kebohongannya, kezalimannya, pengkhianatannya, dan rencana-rencana jahatnya atas Islam dan kaum Muslim. Konsistensi hal ini melahirkan kesedaran dan kekuatan politik masyarakat. Inilah pintu gerbang perubahan menuju tegaknya syariat dan kekuasaan Islam.

Berbeza dengan itu, konfrontasi kekuatan fizikal sangat mungkin dimenangkan oleh negara kufur beserta para pengikutnya.Yang dimunculkan dan dipropagandakan mereka adalah sifat kekerasannya itu. DAN INI AKAN MENJADIKAN FITNAH BESAR MALAHAN TURNING POINT UNTUK MEREKA PARA PENGKHIANAT ATA MUSUH ISLAM GUNAKAN UNTUK KEMBALI MENYERANG ATAS DASAR "WAR ON TERRORISM".

Keadaan demikian akan menjadikan masyarakat makin jauh dari dakwah dan perjuangan Islam. Sekalipun Allah Swt. menjelaskan, sering golongan yang sedikit mengalahkan golongan yang banyak (QS al-Baqarah [2]: 249), tidak bererti penggunaan kekerasan dalam perubahan masyarakat tidak mengapa. Sebab, Rasulullah saw. sendiri tidak mencontohkannya.

Ringkasnya, mengubah masyarakat tidak islami menjadi masyarakat yang menegakkan Islam secara kâffah haruslah dilakukan dalam wujud pertarungan pemikiran dan perjuangan politik, bukan dengan kekuatan fizikal. Inilah metode yang dicontohkan Nabi saw. Janganlah kaum Muslim terperosok ke dalam lembah yang hendak mengalihkan konfrontasi pemikiran dan politik menjadi konfrontasi kekuatan fizikal sungguh bukan itu yang di tunjukkan dan di taklifkan bagi kita Insan yang merindukan status al Ghuraba’ ini.

Ahad, 8 November 2009

SEWA LORI NEGARA ATAU PROJEK POKET PEMERINTAH?


Pembentangan belanjawan negara yang di tunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Malaysia sudah pun berlalu beberapa minggu yang lalu,Dengan pembentangan yang bersemangat itu tentu menjanjikan seribu satu kesenangan kepada penduduk di Malaysia ,Sehingga ke hari ini tiada siapa yang merasakan perubahan perbezaan kesempitan hidup yang di alami samaada sebelum belanjawan di bentang atau selepas ianya di bentangkan,Walau apa pun yang pastinya harta kekayaan itu tetap berlegar di tangan orang-orang berkuasa atau orang-orang kaya di kalangan mereka dan yang miskin tetap dengan kemiskinanya dan yang papa akan terus merempat di bumi kelahiranya,

Pemimpin melihat rakyatnya seperti ia melihat para pelanggan yang dahagakan perkhidmatan hasil dari syarat-syarat yang di adakan, Rakyat di jadikan alat untuk sumber kekayaan negara,Segala keperluan rakyat di sediakan negara dengan bayaran tertentu ,Bagaimana si miskin dan si papa ingin mendapatkan haknya untuk memenuhi keperluan hidup samaada dalam Kesihatan,Pendidikan atau Keselamatan,Perbuatan pemimpin negara ini benar-benar bertentangan dengan syariat Islam dan sunnah rasul, Adakah mereka ini tidak membaca sirah rasullulah saw memberi syarat membabasan tawanan perang badar dengan mengajar ilmu mereka atau mereka lupa akan kisah Khalifah Umar memberi gaji kepada tiga orang guru sebesar 15 dinar setiap bulan yang bersamaan 63.75 gram emas yang semua ini untuk memenuhi kewajiban negara terhadap hak warganegaranya, Berbeza benar dengan apa yang kita lalui di hari ini dimana pendidikan yang sepatutnya menjadi hak rakyat secara percuma telah di jadikan barang daganggan dimana rakyat dijadikan pelanggan dan negara menjadi tauke yang rakus merampas kekayaan rakyat untuk memperolehi pendidikan,Begitu juga dalam urusan kesihatan rakyat juga tidak di urus sebagaimana yang di tetapkan dalam sistem pemerintahan Islam (khilafah),Apa yang pasti sehingga bilakah penindasan dan kezaliman ini hendak di biar berterusan bermaharajalela ? tidakkah kita bercita-cita untuk membuat sedikit jasa untuk menegakkan keadilan sebagaimana keadilan Islam yang pernah di nikmati datuk nenek moyang kita di suatu masa dahulu ? mudah-mudahan dengan jasa membantu menegakkan agama Allah kita di bantu yang esa di hari pengadilanya kelak.

Selasa, 3 November 2009

SEWA LORI & ULAMAK SU'


Sehari dua ini kita disajikan pergelutan beberapa orang agamawan yang menzahirkan sikap dan pemikiran buruk mereka di dada2 akbar utama tempatan,Sikap seperti ini bukanlah sesuatu yang asing dalam sistem sekular yang melahir pemikiran, perasaan serta hukum yang mengikat sesama mereka berdasar akal yang lemah lagi terbatas, Ini adalah kerana punca maklumat dan pendidikan agama yang mereka miliki bukanlah berpunca dari sesaorang yang boleh menghantar kepada aqidah Islam yang jernih lagi benar,Sikap dan ucapan mereka selama ini lebih menguatkan fakta ,Ini dapat di buktikan dari kesan kehadiran mereka di tengah2 masyarakat tidak mampu mempengaruhi sedikitpun tingkah laku buruk rakyat berubah menjadi luhur ,Dengan pertambahan ustaz2 yang di restui pemerintah serta sijil2 tauliah yang menjadi punca kekayaan agamawan telah mengheret mereka pada teguran nabi yang mereka sanjunggi selama ini ,Dari Anas bin Malik ra dengan sabdanya "Kebinasaan bagi umatku (datang) dari ulama su' : mereka menjadikan ilmu sebagai barang dagangan yang mereka jual kepada para penguasa masa mereka untuk mendapatkan keuntungan (gaji,ganjaran dan kemudahan hidup) bagi diri mereka sendiri, Allah tidak akan memberi keuntungan dalam perniagaan mereka itu .(HR al- Hakim)

Apa yang di peringatkan baginda rasul benar2 tidak dapat di terima para Ulamak di hari ini ,Hadis ini benar-benar di benci mereka kerana ia mengancam kemewahan dan keselasaan hidup yang mereka nikmati ,Para ulamak kini juga terpengaruh dengan gaya hidup yang exacutive dan mengizinkan jiwa raga mereka dibeli dan di buli para pemimpin mereka ,Ulamak ini lebih rela menjadi hamba kepada sesama manusia yang hina berbanding menjadi hamba Allah yang mulia sebagaimana hadis dari Anas meriwayatkan " Ulamak adalah kepercayaan para rasul selama mereka tidak bergaul dengan penguasa dan tidak asyik dengan dunia,Jika mereka bergaul dengan penguasa dan asyik dengan dunia maka mereka telah mengkhianati para rasul,kerana itu jauhilah mereka "

Justeru itu bolehlah disimpulkan bahawa mereka ini bergelar ulama bukan kerana keiklasan mereka dalam syahadah kepada Allah Swt tetapi kerana bayaran dan habuan kesenangan serta kemuliaan hidup di dunia yang mereka impikan selama ini, Perbuatan mereka akan dibalas Allah Swt sebagaiman hadis yang di tutur Abu Hurairah ra " Siapa yang makan dengan (memperalatkan) ilmu ,Allah membutakan kedua matanya dan neraka lebih layak untuknya. (HR Abu Nu'aim dan ad-Dailami)

Na'uzu billah min syarr al-ulama as-su.

Isnin, 12 Oktober 2009

PEMBORONG ATAU PEMBOHONG ?


Jeritan kecewa rakyat terus kedengaran disana-sini, Di bahu rakyat segala bencana dan kepincangan sistem yang di terapkan pemerintah terpaksa di pikul. Rakyat menjadi bahan uji-kaji pemerintah atas dasar-dasar peraturan yang diterapkan samaada bermafaat atau tidak, Rakyat juga menjadi tempat sumber pendapatan pemerintah dan pada tiap keringat rakyat ada nilai kemewahanya, Tetapi apa yang rakyat dapat dengan mengajikan puluhan ribu ringgit kepada tiap-tiap pemimpin dan penguasa mereka,

Mampukah pemimpin mereka melindungi hak-hak rakyat ? mahukah mereka mendengar keluhan dan jeritan rakyatnya ? inginkah mereka bertanggongjawab atas kepincangan sistem yang mereka terapkan? sangupkah pemimpin menganti kerugian yang di alami rakyatnya?Segalanya bergantung kepada aqidah para memimpin ini ,jika pincang aqidahnya maka pincanglah aqidah rakyatnya ,kerana rakyat berpegang pada aqidah para pemimpin mereka .Sama juga jika rakyat menjadi ahli putar alam maka para pemimpin mereka juga ahli putar alam ,bila kita lihat rakyat jadi pengampu pemimpin apa lagi jadi pemimpin penipu....

Rabu, 7 Oktober 2009

PERGINYA NORDIN MOHD TOP




Lori sewa melihat naluri pejuangan sesuatu fitrah yang ditanam di dalam diri setiap manusai,Tampa perjuangan dalam kehidupan ini manusia itu bukanlah manusia yang di bebani hukum dan tanggongjawab sebagaimana tujuan asal manusia itu diciptakan oleh Allah Swt , Tetapi dimanakah hala tuju naluri perjuangan ini ingin di salurkan ? Apakah yang perlu di perjuangkan ? apakah kaedah perjuangan yang di syare'i dan bilakah tiba waktu perjuangan itu perlu dilakukan ?
Walauapapun yang pasti persoalan2 seperti itu telah dijawab oleh para ulama terdahulu dan isu-isu seperti ini tidak perlu di persoalkan dan bagi yang ingin tahu hanya perlu pergi ke Halaqah dan majlis ilmu untuk mendapatkanya,
Ada banyak ulamak yang menolak taknik mendirikan Daulah dengan cara kekerasan antaranya adalah Syaikh Taqiyuddin, Abu al-Ala al-Maududi, Nasaruddin al-Bani dll,Pandangan mereka jelas bahawa Daulah hanya akan berdiri melalui Dakwah secara damai melalui pati politik,Syaikh Muhammad Khair Haikal menyelaskan 3 metod untuk mendirika Daulah Khilafah.
1) Menyiapkan suasana Dakwah yang selesa.
2)Mencari Ahli Nushrah yang mempuyai kuasa.
3)Membaiat orang yang akan dipilih menjadi Khalifah dan melindungi Ahli Nushrah.